Empat Jenderal Purnawirawan TNI Bersatu Kawal Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Desak Penegakan Hukum Transpara
GADA HUKUM.
Surat Resmi Dilayangkan ke Kapolda Metro Jaya, Forum Purnawirawan TNI Minta Proses Hukum Berjalan Sesuai Aturan
JAKARTA – Dukungan terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa kembali menjadi sorotan setelah empat jenderal purnawirawan TNI membubuhkan tanda tangan dalam surat resmi Forum Purnawirawan Prajurit TNI. Surat tersebut berisi desakan agar proses hukum berjalan secara profesional, terbuka, dan tidak dipengaruhi kepentingan apa pun.
Surat bernomor 025/PP-TNI/VI/2026 tertanggal 19 Juni 2026 itu ditujukan kepada Kapolda Metro Jaya. Dalam surat tersebut, Forum Purnawirawan TNI menyampaikan sejumlah poin penting, mulai dari permintaan penjelasan dasar hukum penangkapan, jaminan hak hukum bagi pihak yang diperiksa, hingga dorongan agar seluruh proses berjalan sesuai prinsip negara hukum.
Empat tokoh militer senior yang menandatangani surat itu adalah Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, dan Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan.
Pengamat hukum Dr. Hafid Zakariya menyebut penyampaian sikap tersebut merupakan bagian dari hak warga negara untuk mengawasi proses hukum.
“Prinsipnya semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Jika ada dugaan proses penahanan tidak sesuai ketentuan KUHAP, tersedia mekanisme hukum seperti pra-peradilan,” ujarnya.
Berikut profil singkat empat purnawirawan TNI yang ikut menyuarakan sikap tersebut:
Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi – Mantan Wakil Panglima TNI dan Menteri Agama
Lulusan Akmil 1970 ini dikenal memiliki perjalanan panjang di dunia militer. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Brigade, Gubernur Akmil, Asisten Operasi, hingga mencapai posisi Wakil Panglima TNI pada 1999.
Setelah pensiun, Fachrul Razi aktif di bidang politik dan pemerintahan. Ia kemudian dipercaya menjabat Menteri Agama periode 2019–2020.
Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto – Mantan Kepala Staf Angkatan Darat
Perwira lulusan Akmil 1970 ini pernah menduduki posisi strategis di lingkungan TNI hingga dipercaya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 1999–2000.
Pengalamannya dalam bidang pertahanan dan keamanan nasional membuat namanya tetap diperhitungkan dalam berbagai isu kebangsaan.
Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto – Mantan Kepala Staf Angkatan Laut
Lulusan AAL 1973 ini memiliki pengalaman panjang selama lebih dari tiga dekade di TNI Angkatan Laut. Ia pernah memimpin berbagai satuan strategis hingga menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut periode 2005–2007.
Kariernya dikenal banyak berkaitan dengan bidang operasi, pertahanan maritim, dan strategi keamanan negara.
Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan – Mantan Kepala Staf Angkatan Udara
Lulusan Akabri 1969 ini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara pada masa transisi pemerintahan, mulai era Presiden BJ Habibie hingga Megawati Soekarnoputri.
Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki perhatian besar terhadap sejarah dan perkembangan TNI Angkatan Udara.
Dengan keterlibatan empat tokoh senior tersebut, kasus yang melibatkan Roy Suryo dan Dokter Tifa mendapat perhatian lebih luas dari berbagai kalangan. Forum Purnawirawan TNI menyatakan akan terus memantau agar seluruh proses hukum berjalan sesuai prinsip keadilan dan aturan yang berlaku.
(red)