Harlah KNPI ke-53 Jadi Momentum Bangkit, Gilang Gusmana Ajak Pemuda Sukabumi Ciptakan Peluang Usaha

GADA HUKUM.COM
SUKABUMI – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke-53 menjadi momentum bagi pemuda untuk memperkuat semangat kemandirian dan inovasi. Dalam kesempatan tersebut, Gilang Gusmana mengajak generasi muda di Sukabumi agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja melalui berbagai inovasi.
Menurut Gilang, tantangan di era saat ini menuntut pemuda memiliki kreativitas, keberanian, dan kemampuan beradaptasi dalam memanfaatkan berbagai peluang yang ada.
“Di usia KNPI yang ke-53 ini, mari kita ubah cara pandang kita. Jangan hanya sibuk mencari pekerjaan, tetapi mulailah berpikir dan berinovasi untuk menciptakan lapangan kerja. Jadilah pemuda yang tidak hanya meminta tempat, tetapi juga mampu memberikan kesempatan bagi orang lain,” ujar Gilang.
Ia menilai Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata, kerajinan hingga usaha berbasis digital. Potensi tersebut, kata dia, dapat menjadi sumber lahirnya berbagai usaha baru apabila dikelola dengan kreativitas dan semangat kewirausahaan.
“Kemandirian ekonomi pemuda adalah salah satu kunci kemajuan daerah. Ketika pemuda mampu menciptakan lapangan kerja, maka secara tidak langsung mereka turut membantu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mari kita mulai dari hal-hal kecil, tekun, dan saling mendukung,” tambahnya.
Gilang berharap peringatan Harlah KNPI ke-53 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan menjadi titik awal kebangkitan pemuda Sukabumi untuk terus berkarya, berinovasi, serta menjadi pelopor pembangunan dan kemajuan daerah.
SUKABUMI – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke-53 menjadi momentum bagi pemuda untuk memperkuat semangat kemandirian dan inovasi. Dalam kesempatan tersebut, Gilang Gusmana mengajak generasi muda di Sukabumi agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja melalui berbagai inovasi.
Menurut Gilang, tantangan di era saat ini menuntut pemuda memiliki kreativitas, keberanian, dan kemampuan beradaptasi dalam memanfaatkan berbagai peluang yang ada.
“Di usia KNPI yang ke-53 ini, mari kita ubah cara pandang kita. Jangan hanya sibuk mencari pekerjaan, tetapi mulailah berpikir dan berinovasi untuk menciptakan lapangan kerja. Jadilah pemuda yang tidak hanya meminta tempat, tetapi juga mampu memberikan kesempatan bagi orang lain,” ujar Gilang.
Ia menilai Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata, kerajinan hingga usaha berbasis digital. Potensi tersebut, kata dia, dapat menjadi sumber lahirnya berbagai usaha baru apabila dikelola dengan kreativitas dan semangat kewirausahaan.
“Kemandirian ekonomi pemuda adalah salah satu kunci kemajuan daerah. Ketika pemuda mampu menciptakan lapangan kerja, maka secara tidak langsung mereka turut membantu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mari kita mulai dari hal-hal kecil, tekun, dan saling mendukung,” tambahnya.
Gilang berharap peringatan Harlah KNPI ke-53 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan menjadi titik awal kebangkitan pemuda Sukabumi untuk terus berkarya, berinovasi, serta menjadi pelopor pembangunan dan kemajuan daerah.
Redaktur : Asep Lodaya