OKI PRASETIAWAN, S.M., S.H., M.H., CLMA.: Menjunjung Tinggi Nilai Budaya Pilar Utama Persatuan dan Kedaulatan Bangsa

GADA HUKUM.
Identitas Budaya Kunci Kekuatan Bernegara di Tengah Arus Globalisasi
JAKARTA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi, nilai‑nilai budaya bangsa kini menghadapi risiko tergerus. Padahal, budaya adalah jati diri, perekat keberagaman, sekaligus pondasi utama keberlangsungan bernegara. Menurut Oki Prasetiawan, menjunjung tinggi budaya bukan sekadar soal melestarikan tradisi, melainkan syarat mutlak untuk menjaga karakter, persatuan, dan kedaulatan bangsa.
“Nilai budaya itu jiwa bangsa. Tanpa memegang teguh ini, kita kehilangan arah dan mudah hanyut terbawa arus asing yang tak sesuai kepribadian kita,” tegasnya.
Ilmu Pemerintahan: Budaya Sumber Kekuatan Negara
Wibawa dan legitimasi pemerintahan bertumpu pada keselarasan kebijakan dengan nilai dan norma yang hidup di masyarakat. Jika budaya diabaikan, kepercayaan publik pun melemah. Di tengah keberagaman Indonesia, budaya adalah perekat persatuan yang paling kuat.
“Pemerintahan yang kuat adalah yang mampu mengakomodasi kearifan lokal. Tanpa itu, integrasi nasional bisa terancam,” ujar Oki.
Administrasi Publik: Budaya Dasar Tata Kelola
Nilai luhur seperti gotong royong, kejujuran, dan musyawarah wajib dijadikan landasan moral birokrasi. Nilai budaya terbukti ampuh mencegah penyimpangan hingga praktik korupsi. Pelayanan publik yang berakar pada kearifan lokal lebih mudah diterima rakyat dan mempercepat pembangunan.
“Ini keunggulan kita yang tak dimiliki bangsa lain: tata kelola yang manusiawi dan berkarakter,” jelasnya.
Aspek Hukum: Keselarasan Aturan dan Nilai
Hukum hanya akan ditaati jika sejalan dengan rasa keadilan serta nilai yang dihayati masyarakat. Aturan yang mengabaikan budaya ibarat pohon tak berakar, mudah tumbang. Penegakan hukum harus tetap berpijak pada jati diri bangsa, bukan meniru mentah‑mentah sistem asing.
“Hukum harus jadi cerminan kepribadian bangsa agar benar‑benar berkeadilan,” papar Oki.
Dampak Ekonomi: Budaya Sebagai Aset Kekayaan
Budaya adalah modal ekonomi besar lewat potensi pariwisata dan industri kreatif. Nilai etika seperti kejujuran dan kerja keras menciptakan iklim usaha sehat, menekan biaya transaksi, dan meningkatkan daya saing. Bangsa yang berbudaya kuat punya citra positif di mata dunia, membuka peluang kerja sama dan kemajuan ekonomi lebih luas.
“Nilai budaya itu investasi jangka panjang bagi kesejahteraan rakyat,” tambahnya.
Tantangan & Peran Generasi Muda
Masuknya budaya asing menuntut penyaringan yang bijak. Menjunjung budaya bukan berarti tertutup kemajuan, tapi mampu mengambil hal baik dari luar tanpa kehilangan jati diri. Generasi muda dituntut mampu melestarikan sekaligus mengemas budaya agar tetap relevan zaman. Pendidikan karakter berbasis budaya pun wajib diperkuat sejak dini.
“Merekalah garda terdepan penjaga identitas bangsa,” pesan Oki.
Kesimpulan: Budaya Akar Segala Kekuatan
Ditinjau dari sisi mana pun, budaya memegang peran vital: bagi pemerintahan ia sumber wibawa, bagi administrasi publik dasar moral, bagi hukum roh keadilan, dan bagi ekonomi sumber kekayaan.
“Selama kita teguh menjunjung nilai luhur, Indonesia tetap kokoh, berdaulat, dan dihormati dunia. Budaya adalah akar kita. Kalau akarnya kuat, badai sebesar apa pun tak akan bisa merobohkan bangsa ini,” pungkas Oki Prasetiawan, S.M., S.H., M.H., CLMA.
Redaksi