Polres Metro Bekasi Ungkap Peredaran Obat Keras Daftar G, Dua Terduga Pelaku Diamankan

GADA HUKUM.
BEKASI – Upaya pemberantasan peredaran obat keras tanpa izin terus dilakukan jajaran Polres Metro Bekasi. Melalui Satuan Reserse Narkoba, petugas berhasil mengungkap dugaan tindak pidana peredaran obat keras daftar G di wilayah Jalan Muara Tawar, Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Senin (22/6/2026).
Pengungkapan tersebut dilakukan oleh Unit 2 Sub 4 Satresnarkoba Polres Metro Bekasi setelah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan aktivitas jual beli obat keras di lokasi tersebut. Penindakan dipimpin langsung oleh AKP Murtopo Hadi, S.H., bersama sejumlah anggota.
Saat melakukan pemantauan, petugas menemukan dua orang yang diduga memiliki keterlibatan dalam aktivitas peredaran obat keras. Sekitar pukul 12.46 WIB, kedua pria tersebut diamankan dan dilakukan pemeriksaan serta penggeledahan.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa obat keras daftar G yang diduga akan diperjualbelikan. Petugas mengamankan sebanyak 495 butir tramadol dan 1.330 butir hexymer, dengan total keseluruhan mencapai 1.825 butir obat keras.
Selain itu, turut diamankan uang tunai sebesar Rp2.210.000 yang diduga hasil transaksi, satu unit telepon genggam, serta dua bungkus plastik klip yang diduga digunakan untuk aktivitas tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua terduga pelaku mengaku mendapatkan obat-obatan tersebut dari seseorang berinisial A. Saat ini, petugas masih melakukan pencarian terhadap pihak yang diduga sebagai pemasok.
Selanjutnya, kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Polres Metro Bekasi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kasus tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Keberhasilan pengungkapan ini menjadi bentuk keseriusan Polres Metro Bekasi dalam memutus mata rantai peredaran obat keras ilegal yang dapat membahayakan masyarakat, terutama kalangan generasi muda.
Red