Pisah Sambut Kepala Puskesmas Warungkiara, Hudrimi Titip Pesan Lanjutkan Program Kesehatan
GADA HUKUM.COM
SUKABUMI — Acara pisah sambut Kepala Puskesmas Warungkiara menjadi momentum bagi Hudrimi untuk menyampaikan kesan, pengalaman, sekaligus pesan setelah kurang lebih empat tahun mengemban tugas memimpin pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jumat (21/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Hudrimi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan dalam menjalankan berbagai program kesehatan. Menurutnya, sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pemerintah kecamatan, TNI, Polri, serta sejumlah UPTD menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, saya mendapat dukungan penuh dari Forkopimcam, dari Pak Camat, Pak Danramil, pihak kepolisian, dan UPTD yang lain. Terutama berkaitan dengan program-program kesehatan seperti CKG, stunting dan program lainnya. Pokoknya dukungannya full,” ujar Hudrimi.
Selama memimpin Puskesmas Warungkiara, salah satu capaian yang dinilainya penting adalah terpenuhinya Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam pelayanan kesehatan.
Menurut Hudrimi, setiap program yang dijalankan memiliki tantangan dan kesan tersendiri. Namun, yang paling utama adalah memastikan pelayanan dasar kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan sesuai target dan standar yang telah ditetapkan.
“Tentunya hampir semua program berkesan. Yang paling penting, Puskesmas ini bisa mencapai SPM atau Standar Pelayanan Minimal dengan baik,” katanya.
Tantangan Geografis
Hudrimi mengungkapkan, selama menjalankan tugas, pihaknya juga menghadapi berbagai tantangan, terutama kondisi geografis wilayah kerja Puskesmas Warungkiara yang cukup luas dan memiliki sejumlah daerah dengan akses yang sulit dijangkau.
Salah satunya berada di wilayah Desa Bantarkalong. Terdapat sebuah kampung yang cukup jauh dari pusat pelayanan dan untuk mencapainya petugas harus melewati tiga wilayah kecamatan, yakni Cikembar, Jampang Tengah, dan Lengkong. Di lokasi tersebut terdapat sekitar 40 kepala keluarga.
Tantangan serupa juga ditemukan di Desa Mekarjaya yang memiliki medan cukup terjal dengan kondisi jalan yang masih berbatu.
“Kendaraan roda empat memang bisa masuk, tetapi jalannya berbatu. Kalau hujan, kondisinya rawan longsor. Itu menjadi salah satu beban dan tantangan kami dalam memberikan pelayanan,” ungkapnya.
Meski demikian, Hudrimi menilai kualitas pelayanan Puskesmas Warungkiara mengalami perkembangan positif selama empat tahun terakhir. Ia mengakui, pada tahun pertama masih cukup banyak keluhan yang disampaikan masyarakat.
Namun, berbagai evaluasi dan perbaikan yang dilakukan secara bertahap mampu menekan jumlah keluhan tersebut.
“Alhamdulillah, tahun pertama memang banyak komplain. Tiga tahun kemudian, komplain itu sudah berkurang dan hampir tidak ada. Termasuk pelayanan kami yang tentunya bisa dinilai oleh masyarakat,” ujarnya.
Titip Pesan kepada Kepala Puskesmas Baru
Dalam acara pisah sambut tersebut, Hudrimi juga menitipkan pesan kepada Kepala Puskesmas Warungkiara yang baru agar berbagai program yang telah berjalan dengan baik dapat terus dilanjutkan dan disempurnakan.
Sementara program yang belum mencapai target, kata dia, perlu mendapatkan perhatian melalui inovasi dan berbagai terobosan baru.
“Yang sudah baik tinggal dilanjutkan dan tentunya disempurnakan. Manusia tidak ada yang sempurna. Kalau sudah mencapai, tinggal ditingkatkan. Yang belum mencapai, harus ada inovasi dan terobosan baru untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang lebih tinggi,” tuturnya.
Hudrimi secara khusus menekankan pentingnya keberlanjutan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Menurutnya, program tersebut masih perlu disosialisasikan secara lebih masif agar masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara dini.
Ia menilai masih ada sebagian masyarakat yang enggan melakukan pemeriksaan karena khawatir mengetahui adanya penyakit tertentu. Padahal, pemeriksaan kesehatan sejak dini justru menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan dan melakukan penanganan lebih awal.
“CKG ini perlu terus disosialisasikan. Masyarakat harus disadarkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Jangan sampai takut cek karena khawatir nanti ketahuan penyakitnya lalu stres. Justru pemeriksaan sejak dini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan,” pungkasnya.
Hudrimi berharap program CKG bersama berbagai program kesehatan lainnya dapat terus diperkuat dan dikembangkan oleh jajaran Puskesmas Warungkiara. Ia juga berharap keberlanjutan program tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kecamatan Warungkiara dan Kabupaten Sukabumi secara luas.
Reporter: Rzl