Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala Edukasi Warga Perbatasan, 1,1 Kg Sisik Trenggiling Diserahkan Sukarela
GADA HUKUM.COM
KAPUAS HULU — Pendekatan persuasif melalui komunikasi sosial (komsos) dan edukasi hukum yang dilakukan personel Pos Mentari Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala membuahkan hasil positif. Seorang warga berinisial A secara sukarela menyerahkan 1,1 kilogram sisik trenggiling yang merupakan bagian tubuh satwa dilindungi.
Penyerahan tersebut berlangsung di kediaman warga di Kampung Badau Hilir, Dusun Badau, Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (12/10/2026).
Langkah ini berawal dari kegiatan komsos rutin yang dilaksanakan personel Pos Mentari pada Minggu (11/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, personel menghimpun informasi sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat terkait keberadaan barang-barang ilegal di wilayah perbatasan.
Menindaklanjuti informasi mengenai simpanan sisik trenggiling, Batih SSK I kemudian memerintahkan Serda Satrio bersama tiga anggota Pos Mentari untuk mendatangi kediaman warga yang bersangkutan.
Dengan mengedepankan pendekatan humanis, personel memberikan penjelasan mengenai ketentuan hukum terkait kepemilikan bagian tubuh satwa yang dilindungi, termasuk larangan dan konsekuensi hukum yang dapat timbul.
Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, warga berinisial A menyadari pentingnya mematuhi ketentuan perlindungan satwa liar. Ia pun bersedia menyerahkan sisik trenggiling yang berasal dari hasil perburuan terdahulu secara sukarela kepada personel Satgas Pamtas.
Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M., mengapresiasi sikap kooperatif warga yang bersedia menyerahkan bagian tubuh satwa dilindungi tersebut.
Menurutnya, kedekatan antara personel Satgas dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan ketertiban di kawasan perbatasan.
Ia menilai, komunikasi yang baik disertai edukasi hukum secara persuasif dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menaati peraturan yang berlaku. Pendekatan tersebut juga menjadi sarana membangun kepercayaan antara aparat dan warga.
Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala berkomitmen untuk terus mengintensifkan kegiatan komsos di desa-desa binaan. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan wilayah perbatasan, tetapi juga mendorong kesadaran hukum masyarakat serta kepedulian terhadap kelestarian satwa liar yang dilindungi.
Melalui sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan wilayah perbatasan RI–Malaysia tetap aman, tertib, dan memiliki kesadaran yang semakin tinggi terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta mematuhi hukum.
Asep Lodaya