Baju Layak Pakai, Harapan Besar: Kisah Relawan Bantarkalong Bantu Warga Miliki Rumah Layak
GADA HUKUM.COM
WARUNGKIARA, Kepedulian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, dari baju layak pakai yang berpindah tangan, tumbuh harapan bagi keluarga yang mendambakan tempat tinggal lebih layak.
Semangat itulah yang terus dijaga Relawan Mantab 03 Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Melalui kegiatan bazar baju layak pakai, mereka berupaya mengubah barang yang masih bermanfaat menjadi sumber dana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama warga yang tinggal di rumah tidak layak huni (rutilahu).
Kegiatan bazar tersebut kembali digelar sebagai bagian dari upaya menggalang dana untuk pembangunan rumah warga. Dari barang-barang yang disumbangkan para donatur, para relawan berharap dapat menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.
Relawan Mantab 03 dari Desa Bantarkalong, E. Saepudin, yang akrab disapa Eyes, mengatakan bahwa bazar bukan sekadar kegiatan jual beli. Baginya, kegiatan tersebut merupakan salah satu cara agar barang yang masih layak digunakan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Bazar itu menjual baju layak pakai, dan hasilnya untuk kegiatan sosial yang sudah kami programkan. Salah satunya untuk pembangunan rumah rutilahu yang sedang kami jalankan,” kata Eyes, kepada Selasa (13/10/2026).
Menurut Eyes, kegiatan bazar sosial yang dijalankannya telah dimulai sejak tahun 2000. Hingga kini, kegiatan tersebut terus berlangsung dengan menyesuaikan kebutuhan dan program sosial yang sedang dijalankan.
Hasil bazar tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan rumah. Dalam program lainnya, dana yang terkumpul juga dapat digunakan untuk santunan anak yatim, pembelian Al-Qur’an, pembangunan musala, pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta kebutuhan sosial lain di lingkungan masyarakat.
“Alhamdulillah, dari tahun 2000 sampai sekarang program bazar ini tidak berhenti. Donatur yang memberikan baju-baju layak pakai dan barang lainnya juga semakin banyak, dari Sukabumi, Bogor, sampai Jakarta,” ungkapnya.
Bagi Eyes, keberlanjutan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kepercayaan para donatur dan kekompakan rekan-rekan yang memiliki kepedulian serupa. Barang-barang yang terkumpul kemudian dimanfaatkan melalui kegiatan bazar agar hasilnya bisa kembali kepada masyarakat dalam bentuk bantuan sosial.
Kini, semangat itu dijalankan bersama Relawan Mantab 03 Desa Bantarkalong. Eyes berharap kolaborasi tersebut terus terjaga sehingga semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya.
“Kami selalu berupaya agar bisa bermanfaat bagi warga. Alhamdulillah, sekarang bisa bersinergi bersama Relawan Mantab 03 Desa Bantarkalong. Semoga kami bisa terus berjalan bersama untuk membangun lingkungan desa,” tuturnya.
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam kegiatan bazar kali ini adalah pembangunan rumah tidak layak huni. Eyes menyebutkan, berdasarkan program yang telah dijalankan, sudah ada empat rumah yang dibangun melalui kegiatan sosial tersebut.
Pada bazar kali ini, para relawan menargetkan dana sebesar Rp15 juta. Hingga keterangan disampaikan, dana yang berhasil terkumpul mencapai Rp5 juta.
Artinya, masih diperlukan tambahan dana sebesar Rp10 juta untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Seluruh hasil bazar kali ini difokuskan untuk mendukung pembangunan rumah tidak layak huni. Harapannya, dana yang terkumpul dapat membantu mewujudkan tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga penerima manfaat.
Di balik angka tersebut, ada semangat gotong royong yang terus dirawat. Baju-baju yang disumbangkan donatur menemukan pemilik baru, sementara hasil penjualannya diarahkan untuk membantu warga yang membutuhkan tempat tinggal lebih layak.
Bazar ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari langkah sederhana. Ketika barang yang masih layak digunakan dipertemukan dengan semangat berbagi, manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak orang.
Eyes berharap dukungan para donatur dan masyarakat terus mengalir agar program pembangunan rumah tersebut dapat berlanjut.
Sebab, bagi keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni, bantuan bukan hanya soal bangunan dan material. Rumah yang lebih layak juga menjadi harapan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.
Melalui sinergi Relawan Mantab 03 dan para donatur, harapan itu terus diupayakan, satu kegiatan bazar, satu langkah gotong royong, dan satu rumah pada satu waktu.
Reporter rzl