Setelah Empat Hari Hilang, Warga Ciambar Ditemukan Meninggal di Sungai Cimunjul

GADA HUKUM.COM
SUKABUMI – Misteri hilangnya seorang warga Kecamatan Ciambar akhirnya terungkap setelah jasadnya ditemukan mengapung di aliran Sungai Cimunjul, Kampung Barupaku, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Korban diketahui bernama Robi Ruliansyah (35), warga Kampung Ciambar Babakan, Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar. Identitas korban dipastikan oleh pihak keluarga setelah aparat kepolisian melakukan proses identifikasi di lokasi kejadian.
Kapolsek Nagrak, IPTU Subit Sudrajat, SH, mengatakan korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa (7/7/2026). Penemuan jasad bermula saat seorang warga yang sedang memancing melihat benda mencurigakan di aliran sungai. Karena merasa ragu dan takut, saksi tidak langsung mendekat. Keesokan harinya, ia kembali bersama rekannya untuk memastikan temuan tersebut hingga akhirnya diketahui bahwa benda yang terlihat merupakan sesosok mayat.
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Nagrak bersama unsur TNI, Pemerintah Desa Munjul, serta warga langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan para saksi, mengevakuasi jenazah, dan membawanya ke RSUD Sekarwangi untuk menjalani pemeriksaan visum luar.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan keluarga, korban merupakan pria yang sebelumnya dinyatakan hilang selama empat hari. Keluarga terakhir kali berkomunikasi dengan korban pada Selasa malam sekitar pukul 21.30 WIB sebelum keberadaannya tidak lagi diketahui.
IPTU Subit menjelaskan bahwa pihak keluarga memutuskan menolak dilakukannya autopsi dan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga meminta agar jenazah segera diserahkan untuk dimakamkan.
Selain itu, keluarga menyampaikan bahwa almarhum memiliki riwayat gangguan bipolar yang kerap disertai halusinasi. Meski demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban sesuai prosedur yang berlaku.
“Keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Untuk penyebab pasti kematian, penyelidikan masih terus dilakukan,” ujar IPTU Subit.
Redaktur: Asep lodaya