Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
mediagadahukum.com mediagadahukum.com
mediagadahukum.com mediagadahukum.com
  • Beranda
  • Breaking News
  • Hukum
  • Opini
  • Polri
  • Militer
  • Sosial
  • Umum
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Breaking News
  • Hukum
  • Opini
  • Polri
  • Militer
  • Sosial
  • Umum
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
mediagadahukum.com mediagadahukum.com
mediagadahukum.com mediagadahukum.com
  • Beranda
  • Breaking News
  • Hukum
  • Opini
  • Polri
  • Militer
  • Sosial
  • Umum
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Breaking News
  • Hukum
  • Opini
  • Polri
  • Militer
  • Sosial
  • Umum
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Home/Breaking News/Oki Prasetiawan: Korupsi Bukan Sekadar Kejahatan, tetapi Menggerus Hak Rakyat

Oki Prasetiawan: Korupsi Bukan Sekadar Kejahatan, tetapi Menggerus Hak Rakyat

By admin
September 11, 2026
0

GADA HUKUM.COM

JAKARTA, 11 September 2026 — Korupsi tidak hanya berbicara mengenai kerugian keuangan negara. Praktik tersebut dinilai memiliki dampak berantai terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari menyempitnya ruang fiskal, meningkatnya kebutuhan pembiayaan negara, terganggunya pelayanan publik, hingga terciptanya iklim usaha yang tidak sehat.

Pengamat Hukum Oki Prasetiawan, S.M., S.H., M.H., CLMA., CLA., menilai korupsi harus dipandang sebagai kejahatan yang mampu merusak sendi perekonomian dan menggerus hak masyarakat untuk memperoleh kesejahteraan.

Menurut Oki, ketika anggaran publik yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat justru bocor akibat penyalahgunaan kewenangan, dampaknya tidak berhenti pada hilangnya uang negara. Kerugian tersebut dapat berkembang menjadi persoalan fiskal yang lebih luas.

Korupsi Mempersempit Ruang Fiskal Negara

Oki mengatakan kebocoran penerimaan negara akibat praktik korupsi, termasuk dalam sektor perpajakan maupun pengadaan proyek publik, berpotensi memperlemah kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Ketika pendapatan fiskal bocor akibat korupsi perpajakan atau penyelewengan proyek publik, pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit. Agar pelayanan publik tidak lumpuh, opsi menambah utang, baik domestik maupun luar negeri, sering kali terpaksa diambil,” ujar Oki dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Menurutnya, persoalan kemudian bergeser menjadi beban bersama. Ketika kebutuhan pembiayaan negara meningkat, masyarakat dapat ikut merasakan konsekuensinya melalui kebijakan fiskal, termasuk kewajiban perpajakan dan penyesuaian belanja pemerintah.

Karena itu, Oki menilai pemberantasan korupsi tidak boleh hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga harus diarahkan untuk mencegah kebocoran anggaran sejak awal.

Iklim Usaha Ikut Menjadi Korban

Dampak korupsi, lanjut Oki, juga dirasakan sektor swasta, investor, dan pelaku UMKM.

Pungutan liar, suap, serta praktik transaksional dalam proses perizinan maupun pengadaan dapat menciptakan biaya ekonomi tinggi. Kondisi tersebut berpotensi membuat dunia usaha kehilangan kepastian dan menciptakan persaingan yang tidak sehat.

“Proyek strategis tidak lagi diraih oleh pihak yang paling kompeten secara profesional, melainkan oleh mereka yang memiliki kedekatan politik dan modal suap. Hal ini mematikan gairah berwirausaha, khususnya bagi pelaku UMKM yang jujur,” katanya.

Menurut Oki, ketika kompetensi dan integritas kalah oleh kedekatan serta kekuatan modal, maka prinsip keadilan dalam dunia usaha ikut tergerus. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menghambat investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Jangan Biarkan Koruptor Menikmati Hasil Kejahatan

Oki juga menyoroti pentingnya strategi pemberantasan korupsi yang menyasar hasil kejahatan.

Ia menilai hukuman penjara harus dibarengi dengan upaya maksimal untuk menelusuri dan merampas aset yang terbukti berasal dari tindak pidana korupsi berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.

“Koruptor itu lebih takut miskin daripada takut sel tahanan. Maka, sanksi yang paling tepat adalah kombinasi pemiskinan total melalui perampasan seluruh aset serta penerapan hukuman maksimal secara konsisten,” tegasnya.

Menurut Oki, instrumen hukum terkait tindak pidana pencucian uang juga perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mengungkap aliran dana dan menyita aset hasil kejahatan, termasuk aset yang telah dialihkan atau disamarkan melalui berbagai cara.

Ia juga mendorong adanya konsekuensi hukum terhadap hak politik pelaku sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hukuman Maksimal Harus Diterapkan Secara Konsisten

Lebih jauh, Oki menilai korupsi yang berdampak luas terhadap masyarakat membutuhkan respons hukum yang tegas dan konsisten.

“Untuk korupsi yang merusak hajat hidup orang banyak atau dilakukan di tengah krisis nasional, pidana tertinggi, termasuk pidana mati, wajib diterapkan tanpa ragu,” pungkasnya.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi pada akhirnya bukan hanya persoalan menghukum pelaku, tetapi juga mengembalikan kepercayaan publik, menyelamatkan keuangan negara, serta memastikan anggaran yang berasal dari rakyat kembali digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Oki menutup pandangannya dengan mengutip asas hukum Jus suum cuique tribuere, yakni memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya sesuai kedudukannya.

(Red)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Renungan “Sketsa Retakan di Balik Hakimku”: Belajar Mengenali Diri Sebelum Menghakimi Orang Lain

Next

Gedung Juang 45 Sukabumi untuk Jurnalis yang Masih Dalam Pencarian Doa dan 30 Lilin di Gedung Juang 45 Sukabumi untuk Jurnalis yang Masih Dalam Pencarian

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Sungai Cicatih Dibersihkan, SUPA dan BOOGIE Dorong Kesadaran Warga Jaga Lingkungan
    oleh admin
    September 27, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    oleh ptsigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    oleh ptsigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    oleh ptsigmacreativeindonesia@gmail.com
    Oktober 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Media Gada Hukum adalah platform layanan hukum digital yang hadir untuk memberikan solusi cepat, tepat, dan terpercaya dalam berbagai kebutuhan hukum masyarakat Indonesia.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Yusuf Taojiri Resmi Dilantik sebagai Kepala Desa PAW Cibolang, Siap Emban Amanah untuk Kemajuan Desa
    GADA HUKUM.COM Sukabumi – Yusuf Taojiri resmi dilantik sebagai Kepala… Read more: Yusuf Taojiri Resmi Dilantik sebagai Kepala Desa PAW Cibolang, Siap Emban Amanah untuk Kemajuan Desa
  • Yonarmed 13/Nanggala dan Jurnalis Sukabumi Bangun Komunikasi Strategis Melalui Silaturahmi
    GADA HUKUM – SUKABUMI – Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 13/Nanggala/1/1… Read more: Yonarmed 13/Nanggala dan Jurnalis Sukabumi Bangun Komunikasi Strategis Melalui Silaturahmi
  • Yayat Priatna,.SH.,CIAE. dan Trisna Wahyuna,.SH,.CLA.dari OP & Partners Dampingi Tersangka Saat Jalani Penahanan di Lapas Warungkiara
    GADA HUKUM – SUKABUMI, 11 Juni 2026 – Penanganan perkara… Read more: Yayat Priatna,.SH.,CIAE. dan Trisna Wahyuna,.SH,.CLA.dari OP & Partners Dampingi Tersangka Saat Jalani Penahanan di Lapas Warungkiara

Pages

  • Beranda
  • Breaking News
  • Hukum
  • Opini
  • Polri
  • Militer
  • Sosial
  • Umum
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Contact

Phone

+62 858 8808 1116

Copyright 2026 — Media gada Hukum. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme