Bangun Rumah Tukangku Semen Tiga Roda Ditutup, Rumah ke-32 Diserahkan kepada Bang Ipin
GADA HUKUM.COM
KOTABARU — PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., produsen Semen Tiga Roda, resmi menutup program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Bangun Rumah Tukangku dengan menyerahkan rumah ke-32 kepada Muhammad Ramli (51), atau yang akrab disapa Bang Ipin, seorang tukang bangunan di Desa Tarjun, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Penyerahan rumah tersebut berlangsung pada Jumat (2/10/2026) dan menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian program yang telah berjalan sejak Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-50 Indocement.
Selama lebih dari satu tahun, program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Indocement dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya para tukang bangunan yang dinilai memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam industri konstruksi dan semen di Indonesia.
Bang Ipin sendiri bukan sosok baru dalam dunia konstruksi. Selama bertahun-tahun, ia menjalani profesi sebagai tukang bangunan di kampung halamannya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menambah penghasilan, ia juga sempat merantau ke Balikpapan dan Samarinda untuk bekerja sebagai buruh penambang emas.
Namun, sekitar tiga tahun terakhir, Bang Ipin memilih menghentikan aktivitas merantaunya dan kembali ke kampung halaman. Keputusan tersebut diambil untuk merawat sang istri yang membutuhkan pengobatan rutin sekaligus membantu mengasuh cucu pertamanya.
Pilihan tersebut membuat impiannya untuk memperbaiki rumah harus tertunda. Kondisi rumah yang ditempatinya sebelumnya pun jauh dari kata layak. Dinding berbahan bilik kayu mulai keropos, lantai kayu tidak lagi rapat, sementara fasilitas kamar mandi masih sangat sederhana.
Kondisi itu kemudian mendapat perhatian melalui program Bangun Rumah Tukangku. Rumah Bang Ipin kini telah bertransformasi menjadi hunian yang lebih aman, nyaman, dan layak huni.
Bagi Bang Ipin, bantuan tersebut menjadi sebuah kejutan sekaligus kebahagiaan yang sulit dilupakan. Ia mengaku tidak pernah menyangka rumahnya dapat dibangun kembali menjadi jauh lebih baik.
«“Saya dapat rezeki luar biasa dari Semen Tiga Roda,” ujar Bang Ipin dengan mata berkaca-kaca.»
Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar Semen Tiga Roda terus berkembang serta semakin banyak memberikan manfaat kepada para tukang bangunan di berbagai daerah di Indonesia.
«“Semoga Semen Tiga Roda semakin sukses, berkembang, dan jadi pilihan utama para tukang di Indonesia. Saya sekeluarga tidak bisa membalas apa-apa, hanya doa semoga Tuhan YME yang akan memberikan kesuksesan dan kejayaan untuk Semen Tiga Roda,” tuturnya.»
Program Bangun Rumah Tukangku bukan sekadar kegiatan bantuan sosial. Dalam pelaksanaannya, program tersebut melibatkan puluhan mitra bisnis, ratusan pihak yang merekomendasikan para tukang, serta jutaan pengguna media sosial.
Program itu juga menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Sulawesi, dengan menempuh perjalanan ribuan kilometer untuk mewujudkan 32 rumah impian bagi para tukang bangunan yang terpilih.
Rumah Bang Ipin di Tarjun menjadi rumah ke-32 sekaligus menandai berakhirnya rangkaian program tersebut.
Sales Strategic Planning & Marketing Manager Indocement, Antonius Prajoko, mengatakan program Bangun Rumah Tukangku merupakan bentuk perhatian sekaligus apresiasi perusahaan kepada para tukang yang selama ini memiliki peran penting dalam industri semen.
«“Kami ajak mitra bisnis untuk memperhatikan para tukang. Tukang ini yang menggunakan semen, mereka yang jadi salah satu faktor dalam industri semen itu sendiri. Ada rasa bangga boleh membangun rumah tukang, dan dari tukang ada rasa haru karena tidak menyangka rumahnya dibangun jadi bagus dan layak huni, sesuai yang diimpikannya,” ujar Antonius.»
Sementara itu, Plant Manager Indocement Tarjun, Teguh Iman, menilai keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak.
«“Ini menunjukkan kerja sama dari semua untuk menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” kata Teguh.»
Program Bangun Rumah Tukangku menjadi gambaran nyata bahwa kontribusi perusahaan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui aktivitas bisnis, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kehidupan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar.
Bagi Bang Ipin, rumah baru tersebut bukan sekadar tempat tinggal. Hunian itu menjadi simbol harapan, penghargaan, sekaligus bentuk apresiasi atas pengabdian seorang tukang bangunan yang selama bertahun-tahun ikut berkontribusi dalam membangun berbagai hunian dan fasilitas bagi masyarakat.
(MY)