Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Sukabumi Dorong Peningkatan Kompetensi dan Peluang Kerja
GADA HUKUM.COM
SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program pelatihan vokasi. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Tailor Made Training (TMT) ABT Batch 2 Tahun 2026 yang diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus memperluas kesempatan kerja.
Kegiatan Kick Off TMT ABT Batch 2 Tahun 2026 dibuka oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, di Pendopo Sukabumi, Minggu (11/10/2026). Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, menyambut positif pelaksanaan program tersebut sebagai upaya menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Menurut Bupati, pelatihan vokasi memiliki peran penting dalam membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
“Melalui pelatihan vokasi ini, masyarakat dapat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan, meningkatkan kualitas dan daya saing, serta memperluas kesempatan kerja. Terima kasih atas program yang diluncurkan untuk warga Sukabumi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program di Kabupaten Sukabumi juga diperkuat melalui kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kompetensi masyarakat dari berbagai kalangan.
Asep Japar menegaskan, program pelatihan tidak boleh berhenti sebatas kegiatan pembelajaran. Diperlukan tindak lanjut yang terarah agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat membuka peluang kerja dan mendukung pertumbuhan sektor usaha potensial di daerah.
“Ini menjadi upaya untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sukabumi. Perangkat daerah terkait bisa menindaklanjuti MoU ini dengan pemetaan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sektor unggulan Sukabumi,” katanya.
Bupati berharap, program pelatihan vokasi tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan perlu terus diperkuat agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Sinergi yang telah terjalin ini harus terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas SDM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menjelaskan bahwa program TMT ABT Batch 2 dirancang secara khusus dengan mempertimbangkan kebutuhan serta potensi Kabupaten Sukabumi.
Sejumlah bidang keterampilan yang menjadi fokus pelatihan di antaranya menjahit, barista, dan pembuatan konten kreatif. Bidang-bidang tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha sendiri.
Yassierli mengingatkan para peserta agar memanfaatkan waktu pelatihan selama dua minggu dengan sebaik-baiknya. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai bukti keterampilan yang telah dipelajari.
“Manfaatkan dua minggu ini sebaik-baiknya. Setelah pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Sebab, ini pelatihan yang dirancang sangat spesifik,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah peserta pelatihan serupa di daerah lain berhasil mengembangkan usaha hingga mampu membuka lapangan kerja dan mempekerjakan karyawan.
“Di tempat lain luar biasa, sampai ada yang berhasil dan memiliki karyawan. Semoga di Sukabumi pun bisa luar biasa dan semoga berlanjut ke tahun depan. Kita dengar dulu hasil evaluasi para peserta nantinya,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan TMT ABT Batch 2 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja. Program ini juga diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam menekan pengangguran, mendorong kemandirian ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Reporter: Rzl