Indocement Perkuat Inovasi dan Transformasi Hijau di Usia ke-51, Optimistis Hadapi Tantangan Industri
GADA HUKUM.COM
KOTABARU – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) menandai perjalanan 51 tahun kiprahnya di industri bahan bangunan nasional dengan memperkuat komitmen terhadap inovasi, keberlanjutan, dan peningkatan daya saing perusahaan. Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 yang mengusung tema “Harmoni dalam Sinergi, Kreatif dalam Inovasi, Gemilang dalam Prestasi” menjadi momentum untuk menegaskan arah transformasi perusahaan menuju masa depan yang lebih hijau.
Peringatan HUT digelar secara hybrid di Aula ASIST Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, pada Selasa (4/8), dan diikuti jajaran manajemen, karyawan, serta para pemangku kepentingan. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya, menyampaikan bahwa keberhasilan perusahaan selama lebih dari lima dekade merupakan hasil sinergi seluruh elemen, mulai dari karyawan, mitra usaha, pelanggan, hingga dukungan pemerintah.
Menurut Christian, semangat kebersamaan dan inovasi menjadi fondasi utama yang membawa Indocement tetap bertahan dan berkembang di tengah dinamika industri yang terus berubah.
“Perjalanan 51 tahun ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Indocement dan dukungan para pemangku kepentingan. Kami akan terus menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing perusahaan,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha, Indocement terus memperluas portofolio bisnis melalui kerja sama strategis. Di antaranya dengan mendirikan PT Mortar Prakarsa Utama bersama Saint-Gobain Group untuk memperkuat bisnis mortar, serta PT Mondi Indo Prakarsa Kemasan bersama Mondi Industrial Bags GmbH guna menghadirkan solusi kemasan berkualitas tinggi.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga terus diwujudkan melalui berbagai langkah nyata. Indocement berhasil meraih penghargaan PROPER Emas untuk Kompleks Pabrik Citeureup, serta PROPER Hijau bagi Pabrik Cirebon dan Tarjun sebagai bentuk pengakuan atas pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Transformasi hijau perusahaan diwujudkan melalui peningkatan pemanfaatan Refuse-Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif, penggunaan energi surya, operasional kendaraan listrik di lingkungan pabrik, hingga penerapan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan efisiensi proses produksi.
Di tengah tantangan industri semen nasional yang masih menghadapi kelebihan kapasitas produksi dan persaingan pasar yang ketat, Indocement tetap mencatatkan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026. Volume penjualan semen domestik meningkat sebesar 4,9 persen, melampaui pertumbuhan pasar nasional, sehingga pangsa pasar perusahaan naik menjadi 28,1 persen.
Pertumbuhan tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan bersih sebesar 5,2 persen. Sementara itu, laba periode berjalan mencapai Rp589,6 miliar atau tumbuh 19,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-51, Indocement juga memberikan apresiasi kepada para pemenang Indocement Innovation Awards 2026, juara Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI), serta penerima penghargaan Employee of The Year 2026 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kreativitas, dan prestasi para karyawan.
Tak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, perusahaan juga terus menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Program Bangun Rumah Tukangku terus dilaksanakan untuk membantu renovasi rumah para tukang bangunan, sementara melalui Indocement Peduli, perusahaan aktif mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana melalui rehabilitasi akses air bersih, sanitasi, hingga pembangunan jembatan perintis.
Menutup sambutannya, Christian menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan. Ia optimistis Indocement akan terus berkembang sebagai perusahaan bahan bangunan yang inovatif, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.
“Usia ke-51 menjadi langkah baru bagi Indocement untuk terus tumbuh lebih kuat, lebih hijau, dan semakin kompetitif dalam menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.(MY)