Mobil Pengangkut MBG Tergelincir di Bantarkalong, Sopir Sebut Rem Mendadak Jeblos
GADA HUKUM.COM
SUKABUMI – Mobil pengangkut makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami kecelakaan di Kampung Untara, Pasir Jambu, RT 08/RW 01, Desa Bantarkalong, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/9/2026).
Kendaraan tersebut tergelincir hingga nyungsep dan menabrak pohon jati saat sedang menjalankan tugas mendistribusikan makanan MBG ke sejumlah Posyandu.
Sopir kendaraan, Suganda, mengatakan kecelakaan terjadi ketika mobil hendak dimundurkan di jalan yang sempit dan menanjak. Saat itu, rem kendaraan tiba-tiba tidak berfungsi.
“Sudah beres, mau mundur. Remnya jeblos. Kondisinya tanjakan dan jalannya sempit, mau ke kanan susah, ke kiri juga susah,” kata Suganda.
Dalam kondisi tersebut, Suganda mengaku terpaksa mengarahkan kendaraan ke sisi kanan hingga akhirnya menabrak pohon jati. Menurutnya, pilihan tersebut diambil untuk menghindari kemungkinan kendaraan terguling apabila diarahkan ke kiri.
“Mau enggak mau ambil ke kanan, langsung ke pohon jati. Kalau ke kiri sama saja bisa terbalik. Tidak ada pilihan, akhirnya nyungsep ke pohon jati,” ujarnya.
Suganda menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, kendaraan tersebut telah mengantarkan makanan MBG ke salah satu Posyandu. Selanjutnya, kendaraan masih dijadwalkan mendistribusikan makanan ke tiga lokasi lainnya, yakni Cibandi, Ciawi, dan Jongko Tegal Datar.
Saat kecelakaan terjadi, kendaraan membawa sekitar 500 porsi makanan MBG. Dari jumlah tersebut, diperkirakan masih terdapat sekitar 186 porsi makanan di dalam kendaraan.
Selain sopir, terdapat seorang kernet dan satu orang lainnya di dalam kendaraan. Ketiganya mengalami memar akibat benturan saat kendaraan menabrak pohon.
“Kalau kami paling memar-memar karena kebentur pohon jati di dalam mobil. Kalau mobilnya rusak, bagian bok-nya juga,” ungkap Suganda.
Kecelakaan tersebut juga menyebabkan sebagian makanan MBG terdampak. Suganda menyebut sekitar delapan ikat makanan terlepas dan jatuh dari kendaraan setelah bagian belakang mobil mengalami kerusakan.
“Kalau makanannya ada yang penyok-penyok. Kalau tidak salah sekitar delapan ikat yang jatuh,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kerusakan pada sistem pengereman serta kondisi kendaraan secara keseluruhan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
Reporter: Rzl