Hadapi Kemarau Panjang, Kementan Perkuat Cadangan Pakan Ternak Nasional

Bank Pakan dan pemanfaatan bahan alternatif jadi kunci jaga pasokan
JAKARTA, 01 JUNI 2026 – Mengantisipasi potensi musim kemarau panjang tahun 2026, Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah strategis memperkuat cadangan pakan ternak nasional. Upaya ini dilakukan untuk menjaga produktivitas ternak dan memastikan kelangsungan usaha peternakan di tengah risiko perubahan iklim.
Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah diprediksi mengalami musim kemarau lebih lama dari biasanya. Kondisi ini berpotensi menurunkan ketersediaan hijauan segar yang menjadi sumber pakan utama, sehingga kesiapan stok cadangan menjadi sangat penting.
Direktur Pakan Ditjen PKH, Tri Melasari, menyatakan pemerintah terus memaksimalkan langkah antisipasi agar kebutuhan pakan tetap terpenuhi, terutama di daerah yang rawan terdampak kekeringan.
“Kami berkomitmen memastikan pasokan pakan aman, khususnya bagi peternak di wilayah yang terdampak bencana atau cuaca ekstrem,” ujarnya.
Salah satu strategi utama yang digalakkan adalah penguatan sistem Bank Pakan, di mana pakan disimpan dalam bentuk silase dan hay sebagai persediaan saat produksi hijauan menurun. Selain itu, peternak juga didorong memanfaatkan hasil samping pertanian seperti jerami padi, tebon jagung, dan bahan lokal lainnya sebagai sumber pakan alternatif.
Langkah nyata juga dilakukan di Unit Pelaksana Teknis. Kepala Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Gun Gun Gunara, menyebutkan pihaknya terus meningkatkan produksi olahan pakan sekaligus memperluas lahan tanaman pakan berkualitas.
“Hingga saat ini produksi silase kami mencapai 107,40 ton atau rata-rata 21,48 ton per bulan. Kami juga menanam jagung, rumput unggul, dan Indigofera agar stok tetap aman menghadapi kemarau,” jelasnya.
Antisipasi serupa juga dilakukan oleh pelaku usaha. Achmad Wahyudin, peternak sapi perah dari Desa Cihurip, Garut, telah menerapkan sistem Bank Pakan secara mandiri.
“Kami siapkan cadangan sejak dini agar tidak terganggu saat musim kemarau. Silase produksi tahun lalu masih bisa dipakai, dan kami terus buat stok baru. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan petani jagung sekitar untuk pasokan bahan baku, sehingga saling menguntungkan,” ungkapnya.
Kementan menegaskan bahwa ketahanan pakan adalah pondasi utama menjaga kestabilan produksi peternakan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga teknis, daerah, dan masyarakat terus diperkuat.
Dengan berbagai persiapan ini, Kementan optimistis kebutuhan pakan nasional tetap terpenuhi, usaha peternakan berjalan lancar, dan ketahanan pangan negara semakin kokoh.(red)