Presiden Prabowo: Indonesia Swasembada Pangan, Modal Kuat Hadapi Tantangan Global

Kekayaan alam dan sumber daya dioptimalkan untuk kemakmuran seluruh rakyat
JAKARTA, 1 MEI 2026 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan dan memiliki kesiapan lebih baik dibandingkan banyak negara lain dalam menghadapi berbagai tantangan dunia saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato utama saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Senin (1/6).
“Dan sekarang kita sudah swasembada pangan. Di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam amanatnya, Kepala Negara menekankan bahwa Indonesia dikaruniai kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, serta menjadi salah satu produsen utama komoditas strategis yang dibutuhkan dunia, mulai dari sektor pertanian, energi, hingga bahan baku industri teknologi tinggi.
“Kita adalah salah satu produsen terbesar komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern dan teknologi tinggi. Kita penghasil utama mineral seperti tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, serta kelapa sawit, batu bara, nikel, dan berbagai komoditas pertanian bernilai tinggi,” paparnya.
Meski memiliki potensi besar, Presiden mengakui bahwa kekayaan bangsa ini belum sepenuhnya memberikan manfaat maksimal bagi rakyat. Oleh karena itu, pembangunan ke depan harus berpihak pada kepentingan nasional dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
“Terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya dinikmati untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama nilai tambah sumber daya kita dinikmati di luar negeri, dan rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri. Hal ini harus kita ubah,” tegasnya.
Pemerintah juga memastikan perhatian khusus diberikan kepada para petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional.
“Petani kita harus memperoleh pupuk yang tepat waktu dan harga yang benar. Kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas utama,” tandas Presiden.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar transformasi bangsa yang sedang dijalankan, sejalan dengan penguatan hilirisasi sumber daya alam, pengembangan koperasi, serta pemberdayaan ekonomi desa. Tujuannya adalah memastikan rakyat menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari kemajuan ekonomi nasional, demi mewujudkan kemandirian sejati.
“Tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran. Kita tidak mau jadi bangsa yang tergantung oleh bangsa lain,” tegas Presiden Prabowo.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kementerian Pertanian di bawah pimpinan Menteri Andi Amran Sulaiman terus memperkuat fondasi ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas, modernisasi sistem pertanian, optimalisasi lahan, dan perlindungan kesejahteraan petani. Langkah ini ditempuh agar capaian swasembada yang telah diraih dapat terus dijaga dan diperkuat menjadi kedaulatan pangan yang kokoh.
(Redaksi)