Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
mediagadahukum.com mediagadahukum.com
mediagadahukum.com mediagadahukum.com
  • Beranda
  • Breaking News
  • Hukum
  • Opini
  • Polri
  • Militer
  • Sosial
  • Umum
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Breaking News
  • Hukum
  • Opini
  • Polri
  • Militer
  • Sosial
  • Umum
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
mediagadahukum.com mediagadahukum.com
mediagadahukum.com mediagadahukum.com
  • Beranda
  • Breaking News
  • Hukum
  • Opini
  • Polri
  • Militer
  • Sosial
  • Umum
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Breaking News
  • Hukum
  • Opini
  • Polri
  • Militer
  • Sosial
  • Umum
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Home/Breaking News/Oki Prasetiawan Soroti Fenomena “Cari Panggung Lalu Menjilat” Demi Kursi Jabatan

Oki Prasetiawan Soroti Fenomena “Cari Panggung Lalu Menjilat” Demi Kursi Jabatan

By admin
Oktober 2, 2026
0

GADA HUKUM.COM

JAKARTA — Dinamika politik dan birokrasi kembali menjadi sorotan. Praktisi hukum dan pemerhati kebijakan publik, Adv. Oki Prasetiawan, S.M., S.H., M.H., CLMA., CLA., menyoroti fenomena perubahan sikap seseorang yang semula vokal mengkritik kebijakan, namun kemudian berbalik menjadi pendukung ketika terbuka peluang memperoleh posisi atau jabatan.

Oki menyebut fenomena tersebut sebagai gambaran oportunisme dalam ruang publik. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan seharusnya lahir dari kepedulian terhadap kepentingan masyarakat, bukan semata-mata menjadi strategi untuk mendapatkan perhatian atau posisi tertentu.

“Bermula dari pengkritik yang vokal dan garang, lalu berakhir menjadi pendukung setia setelah mendapat jatah jabatan. Fenomena ini akrab dengan sindiran: bicara keras untuk cari panggung, lalu menjilat agar dapat kursi,” ujar Oki, Kamis (2/10/2026).

Ia menilai perubahan sikap yang terlalu drastis setelah adanya tawaran posisi perlu menjadi bahan refleksi dalam kehidupan demokrasi. Sebab, menurutnya, konsistensi antara kritik, prinsip, dan tindakan merupakan bagian penting dari etika di ruang publik.

“Ketika tawaran posisi atau kursi sudah di depan mata, mereka yang sebelumnya kritis justru berubah seketika. Kritik meredup, berganti menjadi pujian berlebihan dan kepatuhan tanpa syarat,” katanya.

Kritik Jangan Berubah Menjadi Alat Tukar

Oki menegaskan, kebebasan menyampaikan kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokratis. Namun, kritik tersebut semestinya tetap berpijak pada kepentingan publik dan tidak berubah menjadi alat negosiasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan figur publik yang mampu menjaga konsistensi sikap, termasuk ketika berada di luar maupun di dalam lingkaran kekuasaan.

Pandangan mengenai pentingnya integritas dan pengelolaan konflik kepentingan juga menjadi perhatian sejumlah lembaga negara. KPK menempatkan integritas, transparansi, dan kepentingan publik sebagai unsur penting dalam etika politik, sementara Mahkamah Konstitusi dalam sejumlah publikasinya menyoroti pentingnya demokrasi, akuntabilitas, serta pengawasan terhadap kekuasaan.

Berbalik Arah dari Pengkritik Menjadi Penjilat

Oki mengatakan, persoalan bukan terletak pada seseorang yang menerima jabatan atau masuk ke dalam pemerintahan. Yang menjadi persoalan, menurut dia, adalah apabila perubahan sikap tersebut terjadi karena kepentingan pribadi sehingga prinsip dan kritik yang sebelumnya disampaikan kepada publik ikut menghilang.

“Dari kacamata hukum moral dan etika profesi, ini adalah pelacuran intelektual. Kritik yang awalnya dibungkus atas nama rakyat atau keadilan ternyata hanyalah alat tukar untuk kepentingan pribadi atau kelompok kecil agar masuk ke lingkaran kekuasaan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa praktik semacam itu, apabila benar-benar terjadi dan dibiarkan, dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap suara-suara kritis di ruang publik.

Demokrasi Membutuhkan Konsistensi

Lebih lanjut, Oki menekankan bahwa demokrasi tidak hanya membutuhkan keberanian untuk berbicara, tetapi juga konsistensi dalam mempertahankan prinsip.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah maupun pejabat publik tetap diperlukan sebagai bagian dari mekanisme kontrol masyarakat. Namun, kritik harus disampaikan secara objektif, berbasis fakta, dan tidak ditujukan semata-mata untuk membangun posisi tawar.

“Yang kita butuhkan adalah figur yang konsisten antara kata dan perbuatan. Bukan yang lantang saat di luar, lalu mendadak bisa tunduk begitu sudah berada di dalam,” pungkas Oki.

Ia berharap masyarakat semakin kritis dalam melihat dinamika politik dan tidak hanya menilai seseorang dari kerasnya kritik yang disampaikan, tetapi juga dari konsistensi sikap serta rekam tindakannya setelah memperoleh akses terhadap kekuasaan.

(Red)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

FGD Polda Jabar: PERADI Federasi Bar Indonesia Perkuat Pengawalan Hukum Atasi Peredaran Obat-Obatan Terlarang

Next

Kuasa Hukum Dampingi Klien Roby dalam Sidang Tipikor BRI Unit Cisolok di PN Bandung

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • TERUNGKAP! POLRES SUKABUMI BEKUK TIGA TERSANGKA PEMBUNUHAN PRIA DI JURANG TOL BOCIMI KM 69
    oleh admin
    Oktober 16, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    oleh ptsigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    oleh ptsigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    oleh ptsigmacreativeindonesia@gmail.com
    Oktober 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Media Gada Hukum adalah platform layanan hukum digital yang hadir untuk memberikan solusi cepat, tepat, dan terpercaya dalam berbagai kebutuhan hukum masyarakat Indonesia.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Yusuf Taojiri Resmi Dilantik sebagai Kepala Desa PAW Cibolang, Siap Emban Amanah untuk Kemajuan Desa
    GADA HUKUM.COM Sukabumi – Yusuf Taojiri resmi dilantik sebagai Kepala… Read more: Yusuf Taojiri Resmi Dilantik sebagai Kepala Desa PAW Cibolang, Siap Emban Amanah untuk Kemajuan Desa
  • Yonarmed 13/Nanggala dan Jurnalis Sukabumi Bangun Komunikasi Strategis Melalui Silaturahmi
    GADA HUKUM – SUKABUMI – Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 13/Nanggala/1/1… Read more: Yonarmed 13/Nanggala dan Jurnalis Sukabumi Bangun Komunikasi Strategis Melalui Silaturahmi
  • Yayat Priatna,.SH.,CIAE. dan Trisna Wahyuna,.SH,.CLA.dari OP & Partners Dampingi Tersangka Saat Jalani Penahanan di Lapas Warungkiara
    GADA HUKUM – SUKABUMI, 11 Juni 2026 – Penanganan perkara… Read more: Yayat Priatna,.SH.,CIAE. dan Trisna Wahyuna,.SH,.CLA.dari OP & Partners Dampingi Tersangka Saat Jalani Penahanan di Lapas Warungkiara

Pages

  • Beranda
  • Breaking News
  • Hukum
  • Opini
  • Polri
  • Militer
  • Sosial
  • Umum
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Contact

Phone

+62 858 8808 1116

Copyright 2026 — Media gada Hukum. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme