Pria Diduga Bernama Yayan Asal Citepus Masih Menunggu Keluarga, Griya Lansia Nagrak Minta Bantuan Masyarakat

GADA HUKUM.COM
SUKABUMI – Griya Lansia Nagrak, Kabupaten Sukabumi, terus berupaya mencari keberadaan keluarga seorang pria paruh baya yang hingga kini belum diketahui identitas lengkapnya. Pria tersebut saat ini berada di bawah perawatan dan pendampingan pihak panti setelah sebelumnya diserahkan oleh aparat kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria itu sebelumnya diduga menjadi korban tabrak lari dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, setelah kondisi kesehatannya membaik, ia tidak mampu memberikan informasi yang jelas mengenai alamat rumah maupun keberadaan anggota keluarganya.
Melihat kondisi tersebut, pihak kepolisian kemudian menitipkan pria tersebut ke Griya Lansia Nagrak agar memperoleh perlindungan sosial, pelayanan kesehatan, serta kebutuhan hidup sehari-hari selama proses pencarian identitas berlangsung.
Dari ciri-ciri fisik yang ada, pria tersebut diperkirakan berusia sekitar 65 tahun, berkulit sawo matang, bertubuh kurus, serta memiliki rambut dan kumis yang telah memutih. Saat ditemukan, ia mengenakan pakaian berwarna biru dengan celana panjang berwarna gelap.
Hingga saat ini, pria tersebut masih mengalami gangguan daya ingat sehingga belum mampu menjelaskan identitas dirinya secara lengkap. Informasi yang berhasil disampaikan hanya menyebutkan nama “Yayan” dan mengaku berasal dari wilayah Citepus.
Pengurus Griya Lansia Nagrak, Ika Suhermawati, mengajak masyarakat untuk turut membantu mengenali pria tersebut dengan menyebarluaskan informasi ini.
“Kami sangat berharap ada masyarakat yang mengenali bapak ini. Apabila ada keluarga, kerabat, tetangga, atau siapa pun yang mengetahui identitas maupun asal-usulnya, kami mohon segera menghubungi Griya Lansia Nagrak atau pemerintah desa setempat agar beliau dapat dipertemukan kembali dengan keluarganya,” ujar Ika.
Selama berada di Griya Lansia Nagrak, pria tersebut memperoleh perawatan, tempat tinggal yang layak, serta pendampingan dari pekerja sosial. Pihak pengelola bersama instansi terkait terus melakukan penelusuran guna memastikan identitasnya dan mempercepat proses pencarian keluarga.
Redaktur: Asep Lodaya