Operasi pengungkapan narkoba di Katingan berakhir tragis, satu polisi gugur dan dua anggota masih dalam pencarian

GADA HUKUM.
KATINGAN, 3 Juli 2026 – Operasi pengungkapan kasus peredaran narkotika yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, berakhir duka. Seorang anggota kepolisian gugur dalam tugas, sementara dua personel lainnya hingga Jumat (3/7) masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan insiden tersebut. Anggota yang gugur diketahui bernama Aipda Yudhi Perdana Putra, sedangkan dua personel yang masih dicari adalah Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana.
“Kami terus mengerahkan personel beserta seluruh sumber daya yang tersedia untuk melakukan pencarian. Prioritas utama saat ini adalah menemukan kedua anggota yang masih hilang,” ujar AKBP Dodik Hartono.
Peristiwa bermula pada Rabu (2/7) sekitar pukul 21.00 WIB ketika tim Satresnarkoba berangkat menuju Desa Tumbang Kalemei untuk menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan maraknya peredaran sabu. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB dengan sasaran dua terduga pelaku berinisial BIO dan BUSU.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan salah satu target berinisial BIO. Namun situasi berubah ketika sejumlah orang yang berada di lokasi melakukan perlawanan dan menyerang aparat menggunakan senjata tajam.
Menghadapi situasi yang mengancam keselamatan personel, petugas sempat melepaskan tembakan peringatan. Karena peringatan tidak diindahkan dan serangan terus berlanjut, aparat melakukan tindakan kepolisian sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Dalam insiden tersebut, seorang pria bernama Teriyo (40) dilaporkan meninggal dunia.
Kejadian itu kemudian memicu reaksi massa. Puluhan warga disebut mendatangi lokasi dengan membawa senjata tajam, balok kayu, hingga senjata rakitan dan melakukan pengejaran terhadap anggota kepolisian.
Dengan jumlah personel yang terbatas, tim berupaya menyelamatkan diri. Sebagian anggota berhasil mencapai kantor polisi, sementara beberapa lainnya memilih menuju tepian sungai untuk menghindari kepungan massa.
Saat berusaha menyeberangi sungai yang berarus deras, lima anggota berhasil menyelamatkan diri. Namun tiga personel lainnya dilaporkan hanyut dan hilang.
Setelah situasi mulai terkendali, tim gabungan menemukan Aipda Yudhi Perdana Putra dalam kondisi meninggal dunia di atas sebuah lanting dengan luka serius pada bagian kepala.
Hingga Jumat (3/7), pencarian terhadap Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih terus dilakukan di sepanjang aliran sungai serta kawasan hutan di sekitar lokasi kejadian. Kepolisian juga menambah kekuatan personel untuk menjaga keamanan wilayah sekaligus melanjutkan penyelidikan atas penyerangan terhadap petugas dan pengungkapan jaringan peredaran narkotika di wilayah tersebut.
Redaksi